January 4th, 2011

Benang

Dan dia menarikku kembali, menarik dan membawa ku kedalam sebuah benang, benang yang sudah kusut!

tapi tenang, kami —aku dan dia— akan membenarkan benang tersebut supaya bisa kembali lurus, awalnya aku ragu, benang ini terlalu kusut tidak mungkin bisa dibenarkan, tapi dia terus memaksa dan meyakinkan bahwa “yakinlah benang ini dapat kembali seperti semula”

hingga akhirnya akupun meng-iya-kan ajakan dia untuk bersama-sama meluruskan benang yang sudah kusut, awalnya kami sangat semangat dan selalu bekerja sama, hingga aku yakin bahwa “gak lama lagi benang ini kembali lurus” mungkin diapun memikirkan hal yang sama, melihat dari kekompakan dan semangat kami, yakinlah benang ini sebentar lagi dapat kembali lurus, kembali rapi, kembali seperti semula.

sampai suatu hari, ntah karna apa ada yang menarik dia kedalam suatu ruangan, ruangan yang hangat, penuh canda tawa, ah ruangan yang sangat indah. tetapi dia terus membantuku membenarkam benang itu, hanya beberapa hari….. karna diruangan itu dia bisa santai, akhirnya dia memilih untuk berdiam diruangan tersebut, bersantai, sambil sesekali melihat kearahku, apakah aku masih terus berjuang membenarkan benang tersebut

ya! aku masih disini, aku masih berusaha untuk membuat benang ini seperti semula, benang yang indah dengan warna yang cerah. aku masih disini dan membenarkan benang ini, sendiri.

aku lelah, aku lelah meluruskan benangkan ini sendiri, sedangkan dia? sampai saat ini dia masih bersantai didalam ruangan tersebut. dan mungkin dia sudah lupa bahwa aku masih meunggunya untuk bersama-sama meluruskan benang itu.